Assalamu'alaikum, Pak...
Salam hormat untuk beliau. Ini adalah catatan saya di hari pertama kuliah semester ganjil tahun 2022. Alhamdulillah, senang rasanya bisa bertemu dengan beliau lagi di kelas, meski sebatas tatap layar. Masih dengan persona yang sama -genuine- walau di ruang minim cahaya. Selamat pagi, Pak Study. Semoga hari-hari mengajar selalu menyenangkanmu, Pak.
__________________
Pagi itu saya bergegas menuju kampus, cemas karena waktunya sudah masuk kelas. Dengan tergesa kaki ini melangkah cepat menaiki anak tangga menuju lantai enam fakultas. Cek jadwal di Android yang kusimpan dalam tas. Pertemuan pertama selalu menarik bagi siapa saja, menurut saya. Benar saja. Sampai di depan ruang teater, tak saya temukan satu pun sepatu mahasiswa di rak susun kayu. Segera saya melihat ke dalam teater untuk memastikan, jangan-jangan ada aturan baru yang membolehkan pakai sepatu ke dalam. Sepatu saya copot, membuka pintu dan sett... ruang teater kosong, gelap dan dingin sekali. Cocok dengan lagu Noah -"Dan terjadi lagi...."- Ada apa ya? Apakah kelasnya dipindahkan? Libur? belum tahu.
Saya hubungi Ripaldi, ketua kelas terlanjur di Jurnalistik 3B, juga Intan, mahasiswi penyuka siaran. Bertanya pada mereka, apakah hari ini ada kelas? Ripaldi menjawab betul, tapi tidak tatap muka alias daring. Segera ia kirim tautan kelasnya di Google Meeting and i'm in. Intan menjawab setelahnya karena ia baru saja sarapan dan itu baru dua suap saja, kelas kadung dimulai. Pokoknya untuk mereka berdua saya ucapkan terima kasih.
Saya tidak satu grup dengan teman-teman angkatan 2021 dan belum bergabung juga di grup kelas mata kuliah (matkul) ini, karena itu saya tidak tahu ada kabar apa?. Saya duduk sendirian di ruang teater yang ACnya dingin dan lampunya belum dinyalakan.
Mata kuliah Filsafat Islam.
Pertemuan dimulai dengan muqadimah Pak Study, perkenalan beliau dan sedikit pengantar tentang matkul ini. Kami diajak berkenalan dengan Imam Al-Ghazali dan Ibnu Rusyd, cendekiawan muslim yang memiliki catatan sejarah fenomenal terkait sudut pandang mereka soal filsafat. Di mana Al-Ghazali memberi kritik keras kepada para filsuf melalui karyanya yang berjudul Tahafut al-Falasifah dan menganggap siapa saja yang berpandangan sama dengan mereka adalah kafir. Pernyataan itu dalam perjalanannya memberi dampak cukup besar dalam kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya bagi kaum muslim.
Beberapa kalangan menyebut pandangan Al-Ghazali sebagai penyebab mundurnya kemajuan ilmu pengetahuan, di mana orang-orang enggan membicarakannya karena dianggap menyesatkan, tidak berguna dan musuh agama. Beberapa dekade setelahnya, seorang cendikiawan muslim dari Andalus bernama Ibnu Rusyd, memberi respon atas pandangan Al-Ghazali melalui tulisannya yang diberi judul Tahafut at-Tahafut (kerancuan dari kerancuan). Banyak pihak meyakini bahwa karya itu dimaksudkan atas kritik dan bantahannya terhadap Al-Ghazali yang menyatakan tentang kerancuan filsafat.
Kedua karya besar ulama ini menginspirasi banyak kalangan. Hingga perdebatan ini diabadikan dalam catatan sejarah yang elegan, di mana ilmu diperdebatkan dengan ilmu.
Singkat kisah ini diceritakan oleh Pak Study, namun berhasil menggugah saya untuk mencari tahu lebih jauh tentang itu.
Setelahnya Pak Study memberi buku rujukan untuk matkul ini. Beliau mempersilahkan untuk menggunakan buku apa saja yang tekait dengan ini, hanya saja minimal kami menggunakan buku satu ini yang berjudul Filsafat Islam ditulis oleh Prof. Sirajudin Zar.
Selain buku rujukan, beliau juga memberi catatan agar mahasiswa dapat memenuhi nilai formatif dan tugas harian dengan baik. Presentase penilaian matkul ini adalah 40% kehadiran (catatan di blog dan listnya di grup), 30% UTS, 30% UAS untuk membuat video presentasi kelompok. Teknisnya dapat dilakukan dengan membuat makalah/power point sesuai tema yang sudah ditentukan perkelompok, lalu mengirim voice note penjelasan materinya ke grup, atau membuat video dan mengunggahnya ke internet.
Sesi tanya-jawab berlangsung dan beliau menyampaikan bahwa kita akan bertemu tatap muka di kampus, sedikitnya dua kali selama kuliah satu semester ini.
Kelas ditutup dengan do'a kafaratul majlis dan terima kasih.
#CatatanRobi
#FilsafatIslam
#PakStudyRizal
#FDIKUINJKT
Comments
Post a Comment